Text
Di depan bajaj hijau: Kumpulan cerpen
"Melalui tiga cerpen yang mengawali antologi ini, pembaca dibawa untuk melihat dengan mata seorang nenek yang menghadirkan momen-momen kebersamaan dengan cucu secara segar, visual, hidup - detik demi detik. Kejutan yang mengarifkan selalu tersedia di ujung cerpen. Hal-hal kecil dari rutinitas hidup muncul sebagai kebaruan karena perspektif atau tingkah cucu yang menyadarkan pada perubahan zaman. Wawasan atau kesadaran akan makna hidup yang diletupkan dari momen-momen keseharian - dalam perspektif perjalanan hidup seorang perempuan, ibu, nenek (atau seorang paman yang diingatkan kembali pada kenakalan masa kecil) - itulah hadiah terindah antologi ini." - Melani Budianta, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia.
| 15895 | 899.221 DEW d | Koleksi Umum | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain