Text
SW = Spiritual wisdom: Belajar mengatur kehidupan dari penggembala kuda
Melanjutkan buku pertama "Kearifan Kuno di Zaman Modern", buku ini masih mengusung semangat yang sama, pentingnya kearifan dan kebijaksanaan dalam hidup. Orang tidak bisa terus-menerus menuruti rasio secara terpisah; tidak mencoba menghubungkannya dengan sudut pandang yang lebih holistik. Dalam buku ini, kita menemukan pentingnya harmoni dalam pola hubungan antara manusia, Sang Pencipta, dan alam sekitarnya. Kebanyakan manusia modern menggunakan pandangan antroposentris ketika melihat hubungannya dengan alam semesta. Dalam pandangan antroposentris itu, alam dianggap menjadi bagian dari manusia, karena itu alam harus ditundukkan dan dieksploitasi demi kepentingan manusia.
Dalam buku "Spiritual Wisdom" ini, manusia justru dipandang sebagai bagian tak terpisahkan dari alam semesta (pandangan antropokosmik). Sang Pencipta menciptakan "semuanya" (alam semesta beserta makhluk yang ada di dalamnya) sebagai sebuah kesatuan yang saling membutuhkan. Lewat buku ini, orang diajak belajar kearifan dengan memahami alam. Bahkan, kita bisa belajar mengatur kehidupan dari sekadar seorang penggembala kuda.
| 15976 | 153.2 JUS s | Koleksi Umum | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain